Skip to main content

Microservice



Hallo semuanya, saya sudah lama tidak update di blog ini hehe, pembahasan untuk kali ini yaitu Microservices, langsung saja saya akan jelaskan di bawah yaa, cekidot gan

PENGENALAN
Apa itu Microservice? Microservice adalah sebuah aplikasi yang terbagi menjadi beberapa projek kecil yang dalam masing-masing projek tersebut terdapat berbeda layanan yang saling terhubung dan saling melengkapi satu sama lain, perhatikan gambar di bawah ini.



terlihat dari gambar di atas ibaratkan kotak oranye adalah server, nah dalam server tersebut terdapat hanya satu layanan, jika dibandingkan dengan  perhatikan gambar di bawah ini.

Ibaratkan semua ini di dalam satu server, hanya dengan satu server terdapat banyak layanan sekaligus, terlihat lebih efisien jika dibandingkan dengan Microservice, namun apakah demikian?

mari kita lihat perbandingan Microservice dan Monolithic

Untuk yang Monolithic 

- Jika aplikasi makin kompleks dan penggunanya makin banyak, kenaikan biaya yg dibutuhkan lebih besar daripada jika menggunakan microservices

- Satu server untuk handle semua layanan

- Tidak bisa menggunakan module module yang tidak terinstall pada server utama. misalkan mau menggunakan no-sql atau sql, nodejs atau php

- Proses update aplikasi akan berimbas ke seluruh aplikasi.

- Seluruh Code atau component menjadi 1 server.

- Untuk scaling hanya bisa mengupgrade resource server saja.

- Latensi komunikasi antar modul sangat rendah karena berada dalam server yang sama.

Untuk yang Microservice

- Aplikasi scalable, secure dan reliable

- Setiap layanan memiliki server sendiri.

- Karena setiap layanan memiliki server sendiri, bisa dengan mudah membuat aplikasi tanpa memikirkan hubungan / ketergantungan module dengan layanan yang lain. misalkan kamu bisa membuat aplikasi dengan beberapa bahasa pemrograman.

- Proses update aplikasi hanya melingkupi layanan yang terkait.

- Codenya berbasis layanan. Kamu harus memiliki dokumentasi yang lebih dari pada infrastruktur - Monolithic

- Proses Scalingnya bisa menggunakan beberapa metode, scaling up dan scaling side

- Ada kemungkinan komunikasi antar modulenya mengalami kegagalan. Untuk itu kamu harus selalu mempersiapkan cara handlenya.

Jika kita lihat perbandingan di atas ternyata lebih efisien Microservice dalam hal upgrading, updating, kebebasan menggunakan bahasa pemrograman dll.
Dengan adanya microservice ini, setiap orang dapat dengan bebas memilih bahasa pemrograman yang mereka inginkan untuk layanan yang orang tersebut kerjakan.

Mungkin pembahasan tentang microservice segini aja, semoga bermanfaat.


Comments

Popular posts from this blog

Tutorial Vue JS Filter dan Form

Hi semua , kali ini aku mau ngasih tutorial tentang Vue JS Filter dan Form , tanpa basa basi lagi hayu ah ... VUE FORM pertama buatlah dulu file .html (namanya bebas) lalu masukan kodingan ini. Kodingan di atas ini untuk pembuatan form tersebut menggunakan v-model yang nantinya akan tampil di bawah form lalu form multiple select dan radio menggunakan data list yang mengambil data nya di options yang telah dibuat lalu form ini akan di validasi menggunakan methods yang validasi nya apabila error akan ditampilkan di alert dan juga hasil inputan akan di tampilkan di server menggunakan php , nanti disini aku akan buat file phpnya. nah selanjutnya buatlah file bernamakan proses.php didalam folder htdocs dan folder vue lalu masukkan kodingan dibawah ini. setelah itu , jalankan form nya di browser, jangan lupa untuk menyalakan dulu xamppnya , karena jika tidak dinyalakan maka akan error "Access-Allow-Origin Blocked!" ketika kalian klik submit maka akan ...

PHP LUMEN VALIDATION DAN ERROR HANDLING

Hay semua pada postingan kali ini aku akan memberikan bahasan dan tutorial ke kalian tentang PHP Lumen Validation dan Error Handling. Check this out. Pertama nyalakan dulu XAMPP kalian.  Kedua aktifkan localhost:8000 nya di cmd Beautify Response Pada Fungsi Read All 1. Tampilan sebelumnnya ketika memanggil di postman seperti ini "http://localhost:8000/momonga" seperti ini. 2. Pada gambar di atas belum ada pembagian halaman mari kita buat , buka controller kalian "MomongaController.php" dan buat responsenya seperti ini. lihat pada line 16-25 Hasilnya dapat terlihat pada line 2-8 3. Lihat next_page coba klik hasilnya akan mengubah halaman tersebut menjadi ke halaman 2.  Selesai. Validation Fungsi Create  Untuk membuat validasi pada fungsi create, mari kita ikuti langkah-langkah berikut ini: 1. Saat ini fungsi create memiliki beberapa parameter, diantaranya adalah:      - title      - content ...